Dunia sudah berubah. Minimal guru dan orang tua juga harus faham,
kalau perlu juga mengikutinya. Perubahan yang paling tidak bisa kita hentikan
adalah teknologi. Artinya mereka harus memberikan pilihan untuk generasi
mendatang melek teknologi. Saat ini sudah harus mempersiapkan anak didik untuk
ikut terjun dan menggeluti dunia teknologi.
Zaman dulu pegawai itu menjadi tujuan utama. Sekarang harus berpikir ulang bahwa sukses
dimanapun dan kapanpun bisa dilakukan. Orang dapat jadi milyader dengan
sekejab. Contohnya perusahaan Gojek.
Dengan berkembangnya teknologi, berkembang juga jenis pekerjaan
dan hal-hal yang dikerjakan. Apakah dulu waktu masih bersekolah Anda, para
orang tua zaman sekarang, pernah membayangkan pekerjaan seperti start up di bidang teknologi,
telekomunikasi, transportasi, dan bahkan di bidang sosial dan budaya? Pernahkah
Anda membayangkan bahwa sekarang ada pekerjaan yang namanya admin Social Media,
SEO (Search Engine Optimation),
pekerja marketplace seperti di
tokopedia dan bukalapak, atau bahkan YOUTUBER?
Tentu pekerjaan-pekerjaan itu tidak pernah Anda pikirkan.
Penulis yang lahir di tahun 60an pun sama sekali tidak pernah
membayangkan bahwa di masa depan, di tahun 2000-an akan muncul
pekerjaan-pekerjaan seperti ini. Inilah tantangan terbesar bagi semua guru.
Mempersiapkan anak didik untuk dapat menyongsong masa depan yang bahkan tidak
bisa kita bayangkan. Menjadi guru memang tidaklah mudah.
Mau tidak mau,
teknologi akan semakin berkembang dan dalam setiap lini kehidupan pasti
dibutuhkan peran teknologi. Mulai dari rumah tangga, perusahaan, hingga
pemerintahan. Tak lupa juga pendidikan atau sekolah. Teknologi menjadi alat
untuk mempermudah kegiatan manusia. Dalam pendidikan, kehadiran teknologi
menjadikan media pengajaran menjadi semakin menarif, variatif, kreatif dan inovatif bahkan harus gembira serta berbobot, sehingga bisa membantu guru dan anak didik
dalam kegiatan belajar mengajar.
Akan tetapi bagaikan dua sisi mata uang, teknologi juga mempunyai
dampak negatif dalam dunia pendidikan. Teknologi sudah menggrogoti iiwa anak
sekarang. Dimanapun mereka berada, pengaruh teknologi khususnya smartphone atau HP sudah mencandui
generasi muda kita. Tak jarang mereka menyalahgunakan penggunaan HP di sekolah
seperti bermain game saat proses belajar mengajar berlangsung. Untuk dapat
menghentikan pengaruh negatif itu, guru harus bisa menjadikan teknologi menjadi
sumber kehidupan yang bermanfaat bagi anak didiknya. Lagi-lagi, menjadi guru
memang tidaklah mudah.
Guru harus selalu up to date
dengan perkembangan zaman, sehingga bisa mengontrol dan membentuk anak didiknya
sesuai dengan perkembangan dunia luar. Gaya pembelajaran zaman dulu tentunya
sudah tidak relevan lagi dengan kondisi anak didik yang lahir di zaman generasi
milenial. Maka guru harus belajar dan belajar dan belajar untuk tidak ketinggalan dengan anak didiknya. Selamat meng Up to Date diri wahai guru...!!!!. Engkau selalu digugu dan ditiru.
Komentar
Posting Komentar