Guru Senang
Berolahraga
Siswa Menjadi Juara
Saya sangat prihatin dan alangkah
tidak adilnya jika hanya siswa yang menjadi obyek penderita tanpa ada
keterlibatan guru secara langsung untuk memberikan dorongan minat siswa agar
berbangga dan bergembira bersama guru sang idola.
Tulisan
ini muncul ketika melihat siswa bersepeda santai keliling kota sedangkan
gurunya menemani dan membimbing sambil
bersepeda motor. Kejadian ini saya temui di berbagai sekolah bahkan di kota
Madiun ketika ada salah satu sekolah mengadakan acara bersepeda santai namun sepanjang yang saya ketahui tidak
ada seorang guru pun ikut bersepeda. Ironi sekali zaman sekarang.
Alangkah
senang, bahagia,
dan semakin dipercaya serta diidolakan oleh
siswa-siswi, apabila Si Umar Bakrie sebagai ketua suku memberikan contoh ikut
terlibat di dalamnya.
Bagaimana bisa berhasil dengan baik apabila
Si Umar Bakrie sendiri tidak memberikan contoh untuk berprestasi. Saya menjadi
guru mulai tahun 1988 di SMP 2 Parang, Magetan. Saya sangat senang kalau anak didik saya bisa berhasil sukses
melebihi gurunya. Ketika SMP kami mengadakan sepeda santai dari sekolah sampai
ke tempat pembunuhan PKI di Kec. Bendo
yang berjarak sekitar 30 km pulang pergi dan jalannya yang naik turun kami
berlima juga ikut bersepeda menemani dan memberi semangat serta contoh kepada
siswa.
Pepatah
“guru kencing berdiri siswa kencing berlari bahkan bisa menari-nari” yang
dimaksud di sini bukan perbuatan jelek dan siswanya semakin brutal, tapi guru
berprestasi, siswanya semakin gila akan hasil yang dicapai melebihi si Umar Bakrie.
Sedangkan
kalau gurunya senang berolah raga tentu siswa akan mengikutinya. Contohnya guru
dan karyawan SMP 2 Parang sudah berlangganan untuk menjadi kandidat juara bolla
voley walaupun hanya menempati urutan ke dua atau juara ketiga umum di tingkat
kecamatan bukan antar instansi, sehingga berdampak pada penerimaan siswa baru.
Walaupun jauh ternyata siswa yang berbakat bola voli lebih memilih masuk ke SMP
2 Parang. Hasil yang langsung dipetik SMP 2 Parang setelah gurunya berprestasi,
siswapun ikutan menjadi juara pertama bolla voli Putri dan Juara III putra di
tingkat Kabupaten tahun 2003. Sedangkan pemain putrinya, 3 di antara yang ikut
masih duduk di kelas I, sehingga kalau kita bina terus kemungkinan masih
berpeluang untuk menjadi juara dua tahun mendatang sampai siswa tersebut kelas
tiga.
Jadi
kata pepatah kalau ingin mencari jenang cari dulu jeneng. Dengan kata lain
kalau sudah punya nama, uang akan datang sendiri.
Demikian
juga kita terus menerus memerintah belajar, belajar dan belajar! Serta membaca,
membaca dan membaca! Kalau kita sendiri tidak melakukannya bagaimana siswa akan
mengikutinya dan mematuhinya, dengan kata lain sama aja dengan bohong. Singkat
cerita alangkah senang dan indahnya kalau apa yang kita lakukan itu yang kita
katakan dan yang kita katakan akan kita laksanakan.
Komentar
Posting Komentar