Langsung ke konten utama

GURU ITU ARTIS

Edy Siswanto

GURU ITU ARTIS


Penampilannya Selalu Memikat Siswa Didiknya
Kedatangannya Sangat Ditunggu dan
Kepergiannya Tidak Diminati

Umar Bakrie
Gambaran guru jaman dahulu yang memakai sepeda kumbang dengan tas yang tertenteng di sepedanya, nampak akhir-akhir ini sudah mulai berbalik arah, dengan harus berpenampilan trendi dan rapi serta kalau perlu berdasi sehingga siswa tertarik, dan materi yang telah tersaji bisa melekat dihati kalau bisa sampai mati.
Untuk menghasilkan guru, pembentukan watak ke arah model umar bakrie dengan mengutamakan kesederhanaan dalam penampilan yang penuh aturan (tak neko-neko), masih sangat terasa sekali sampai sekarang. Bagaimana pendidikan di SPG jaman dulu dengan penuh aturan yang ketat mulai dari rambut sampai ujung kaki selalu diatur sehingga diharapkan menjadi guru yang penurut dan mungkin menjadi penakut.

 

Problematika Guru Artis
Untuk melengkapi tulisan saya yang telah terbit terdahulu dengan judul “Guru Bukannya Majikan tetapi Sebagai Pelayan Siswa” dan “ Perlunya Guru Mengintip Pelayanan Pramuniaga”, memang sebaiknya guru harus seperti artis. Masih banyak guru yang begitu masuk kelas langsung bertanya:  “Kemarin sampai di mana?” kemudian duduk serta langsung menerangkan sambil membaca buku tanpa disertai gerak mimik maupun pantomimik.
Jangan berprasangka jelek dulu, bagi yang tak sejalan dengan pemikiran saya.  Mungkin bisa menyesatkan (misleding) sebelum membaca yang satu ini. Namun kehidupan artis tetap ada sisi yang harus kita tiru untuk diimplementasikan ketika kita sedang berakting di depan kelas. Perbedaannya hanya guru berakting di hadapan siswa yang biasa di kelas, sedangkan artis di depan para penonton. Bagaimana seorang artis dapat tampil dengan sangat menakjubkan?. Itupun malalui proses yang panjang. Ketika shuting seorang artis bisa berkali-kali dalam satu adegan, namun guru selalu siaran langsung dan begitu salah harus menanggung malu dan wibawa guru akan tercoreng.
Guru harus mempunyai kemampuan untuk berakting sehingga bisa menghipnotis siswanya untuk concern terhadap pelajaran yang dihadapinya. Sedangkan artis selalu berusaha membuat penonton tertegun bahkan tak terasa waktu berlalu sangat cepat, sehingga  banyak tingkah laku maupun gaya  kehidupan artis tersebut menjadi pola dan  anutan mereka.
Bagaimana dengan guru? Mestinya juga sama paling tidak bisa mendekati. Pola apa yang dapat kita tiru?

Kedatangannya Selalu Dinanti
Di mana pun artis berkunjung selalu menjadi pusat perhatian dan bahkan sampai berjejal hanya untuk minta tanda tangan atau sekedar berjabat tangan. Sudahkah guru mendekati  taraf yang demikian? Alangkah bahagia dan enaknya apabila guru menjadi idola yang setiap gerak-gerik, tutur kata, dan cara berpakaiannya selalu menarik sehingga  pantas untuk digugu dan ditiru.
   Ketika guru sudah menjadi idola, siswa dengan sendirinya akan bersemangat untuk menanti kedatangan gurunya dengan berlomba duduk di depan. Perasaan untuk segera ketemu dengan duru idolanya merupakan momentum untuk memudahkan sang guru memberikan materi pelajaran. Kedatangannya sangat diharapkan dan kepergiannya meninggalkan materi pelajaran yang membekas di pikiran.
Jadi guru memang sangat sulit. Yang membuat sulit adalah memenuhi semua keinginan siswanya. Tidak boleh menyamakan semua siswanya. Perbedaan tiap siswa (individual differences), itulah yang membuat repot guru.
Berbeda dengan artis yang sudah membawa model dan karakter serta warna kehidupan yang sesuai dengan bakat artisnya. Jadi ketika yang tampil artis dangdut misalnya yang berdatangan adalah penonton yang gila dangdut. Namun kalau guru pasiennya tetap dan guru harus menyesuaikan dengan kesenangan tiap siswanya.             Sangat sulit jadi guru itu. Ketika ada guru yang disiplintepat waktu, pasti ada juga ada anak yang tidak senang dengannya. Jadi pendidik memang sulit. Barangkali guru yang mempunyai kemampuan komplit yang serba bisa inilah, akan memuaskan siswa-siswinya, sehingga materi yang diberikan akan cepat dimengerti dan dipahami.

Akting
 Mendengar kata acting otak kita pasti akan terbayang artis yang cantik dan ganteng. Pada hal yang acting tidak harus artis idola penggemarnya, namun sang gurupun dituntut untuk acting di depa para siswa-siseinya. Bahkan setiap hari mereka dituntut untuk berakting dengan berbagai gaya dan metode untuk memuaskan anak didiknya.          Perlunya akting guru di depan kelas sangat membantu dalam mentransfer ilmu sehingga materi yang diberikan mudah diterima dan selalu diingat. Gerak mimik dan pantomimik diperlukan untuk mengkonsentrasikan siswa pada guru dan materi yang sedang diberikan.
Pada waktu ada mahasiswa KKN dari PETRA di Desa Pragak Kecamatan Parang – Magetan. Kebetulan  ada mahasiswa yang berasal dari Belanda dan mereka kebetulan seorang guru SD. Saat itu dia sedang melanjutkan sekolah.
Karena sama profesi akhirnya saya undang ke SMP 2 Parang untuk tukar pengalaman dan pikiran. Akhirnya saya minta menyampaikan materi Bahasa Inggris di Kelas II B, ternyata akting mereka sangat luar biasa menariknya. Dari gerak mimik maupun pantomimiknya mengikuti apa yang sedang mereka sampaikan bahkan sampai duduk di lantai.  Saya sangat kagum dengan gerak mata, mulut dan tangan yang begitu penuh kekuatan, sehingga sangat jelas artikulasinya.
Kondisi demikian membuat siswa begitu antusias mendengarkan dan memperhatikan apa yang telah diperagakan dalam mentransfer ilmunya. Itulah sebagian kecil contoh pembelajaran yang menarik dalam olah tubuh dan penguasaan ruangan yang begitu luar biasa.

Penampilannya Selalu Menarik
Mungkin sudah suratan takdir bahwa sang guru itu orangnya sederhana, seragamnya kusut tak bersetrika dan terkadang sudah sampai berubah warna. namun masih tetap melekat di dada dengan niat yang membara untuk mencerdaskan anak bangsa. Alhasil kebanyakan guru berpenampilan seadanya dan kelihatan pasrah tanpa greget di hadapan para siswa,          
   Dengan bergulirnya waktu, guru mulai berubah dengan penampilan yang menarik dan trendi bahkan bagaikan artis yang akan memberi kepuasan kepada para penggemarnya. Seandainya guru berpenampilan menarik, baru pertama masuk kelas siswa sudah terhipnotis  kepada guru. Kondisi yang seperti inilah yang kita cari, sehingga guru tinggal menuntun dan mengalihkan perhatian ke materi yang akan diberikan. Proses pembelajaran akan terbalut dengan kegembiraan, sehingga waktu tidak terasa begitu cepat berlalu.

Intonasinya Jelas dan Mudah Dimengerti
Intonasi dialog seorang artis selalu harus jelas, tidak monoton dan mudah dimengerti, sehingga diakhir cerita penonton merasa puas dan selalu teringat alur ceriteranya.
 Kehidupan guru pun tidak bisa lepas dari bagaimana menyampaikan materi dengan mudah, jelas dan cepat dimengerti oleh siswa, sehingga diakhir pelajaran pun siswa puas dan mengerti seluruh materi  yang disampaikan. Jikalau guru seperti artis mungkin tidak hanya materi yang diingat, bahkan bagaimana guru tersebut beraksi di depan kelas sampai gerak mimik maupun pantomimiknya, akan selalu membekas tidak hanya di ingatan tetapi juga di hati.
Kepergiannya Tidak Diminati
Pada umumnya guru kurang sekali memperhatikan bagaimana penampilannya di depan kelas, yang dipentingkan materi habis. Namun sekarang lambat laun seni akting mulai mendapat perhatian tersendiri untuk bisa menarik siswa didik kita. Guru mestinya selalu senang kalau masuk kelas dan siswanya pun akan merindukan kedatangannya untuk tampil kembali.
   “Happy ending” adalah harapan semua orang. Apabila ada cerita yang tokoh idolanya mati diakhir cerita, akan membuat penonton tidak rela dan tidak puas terhadap ceritera itu sendiri. Guru selalu berharap di akhir mengajarnya siswa dapat senang, puas dan selalu menanti ceritera/episode/ materi berikutnya. Sedangkan di hati guru pun juga puas dan bahkan akan senang kalau kembali mengajar di kelas tersebut.
 Kalau siswa selalu menanti kedatangannya, guru pun akan lebih awal untuk datang di kelas dan bahkan kerasan sehingga mengajar dua jam bagaikan satu jam. Guru yang demikian kadang sampai lupa dan tidak mendengan bahwa bel sudah berbunyi sebagai tanda ganti pelajaran, karena begitu asyik nan menyenangkan dalam  menstransfer ilmu, siswanyapun sangat menyayangkan dan bahkan tidak rela bahwa waktu  telah berakhir. Penyesalan kepergian guru nampak pada guratan wajah anak didiknya.
Dari situlah harapan guru sebagai artis dapat menjadi wacana seperti yang di bawa ini:
Ø  Selalu memperhatikan siswa, karena siswa yang dihadapi adalah yang segala-galanya.
Ø  Guru harus berpakain bersih.
Ø  Guru harus berpenampilan rapi dari ujung rambut sampai kaki, sehingga bisa menarik perhatian siswa untuk dibawa ke kondisi mencermati materi yang akan diberikan.
Ø  Guru harus berbicara sopan, jelas dan singkat serta mudah dimengerti, karena sebetulnya yang kita hadapi adalah raja/majikan atau penonton yang haus akan materi pelajaran.
Ø  Guru harus pandai membawakan materi sehingga tidak terasa atas batasan waktu yang tersedia.
Ø  Sertakan gerakan mimik dan pantomimik sehingga siswa betul tertarik ke mana pun guru bertindak atau bergerak.
Ø  Mengajak siswa untuk ikut berperan serta.
Ø  Guru harus bisa menguasai kelas sepenuhnya.
Ø  Guru harus bisa membuat suasana santai tetapi tetap serius, disiplin tetapi tidak kaku, bebas/terbuka tetapi tetap terkendali, kekeluargaan tetapi tetap hormat, sederhana tetapi tetap simpatik dan artistik, serta demokratis dengan penuh kejujuran yang berkeadilan.
Dengan demikian pentinglah kita meniru artis dalam menarik penontonnya sehingga sampai puas dan akan mengidolakannya sepanjang masa. Setelah siswa mengidolakan guru, siswa akan sering mengatakan ”Ooo” baik sebagai tanda tertarik maupun mengerti. Jadi substansi dari mengajar/mendidik bisa juga dikatakan suatu proses menge-Ooo-kan siswa didik. Buat siswa sering berkata “Ooo ini to”,“Ooo alah“Oooiya ya”, dan macam-macam “Ooo” lagi sebagai tanda baru mengerti, tetapi jangan sampai berkata “Oooo kurang ajar !!!”.


Majalah Bulanan Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur. Pebruari 2004, (dengan revisi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru itu Pelawak

        Pada zaman dulu seorang guru dengan bangganya tanpa membawa buku dapat menerangkan  engan tuntas selama 2 jam penuh. Itulah guru hebat saat itu. Guru berlomba-lomba dalam menstaranfer ilmunya dengan metode ceramah. Pokoknya guru menjadi pusat perhatian atau Teacher center. Waktu sepenuhnya untuk guru. Sedikit sekali anak didik terlibat dalam pemebelajaran. Maka rasa bosan akan muncul disepanjang pembelajaran.         Karena bosan maka guru harus dapat memberikan suasana riang gembira untuk mengusir rasa bosan atau bahkan rasa kantuk yang tidak terhingga. Apalagi jam-jam terakhir guru harus piawai dalam mengendalikan pembelajarannya. Dengan guru sebagai pelawak maka suasana akan kembali segar dan muah untuk melanjutkan pembelajarannya.      Perlunya rasa humor dalam pembelajaran sangat penting. Konsentrasi seseorang akan bisa bertahan paling lama 20 menit. "Kebanyakan guru tidak paham soal ini. Mereka bic...

GURU ITU ENTREPRENEUR

Guru harus dapat mempersiapkan anak didiknya   sukses di dunia. Sukses tidak hanya diukur dalam dunia materi. Namun dapat hidup dengan penuh makna. Hidup penuh makna itu seperti dalam hadits “ Qoirunnas anfauhumlinnas” . Sebaik baiknya manusia itu dapat menyenangkan orang lain. Jadi dimanapun mereka berada selalu menjadi bermakna bagi sekitarnya. Orang tua tidak harus disuguhi dengan nilai akademis yang tinggi, namun tunjukkan nilai kehidupan yang bermakna bagi orang lain. Saat ini sudah bukan eranya untuk mempersiapkan anak didik untuk menjadi pegawai. Mempersiapkan anak untuk berjiwa entrepreneur adalah tugas guru sekarang. Dunia sekarang sudah berubah. Walaupun guru bukan pelaku usaha atau jiwa entrepreneurship , namun menimal memberikan pilihan untuk mempersiapkan hidup ke depan seuai dengan bidang mata pelajarannya masing-masing. Dunia teknologi sudah menggrogoti jiwa anak sekarang. Dimanapun berada HP atau smartphone sudah mencandui generasi muda dimanapun be...

Guru Itu Perencana

Selama jadi guru penulis jarang sekali mepersiapkan perencanaan pembelajaran sebelum mengajar. begitu lamanya jadi guru sudah hapal materi dan metode yang akan diterapkan besuk paginya. Sehingga langsung masuk ke kelas melihat jurnal menyapa anak didik, Guru sudah hafal melakukan EEK.  malakukan arena ini guru