Setiap hari guru bergelut dengan anak didik. Bergelut itu lebih dari pada teman dan sahabat.
Artinya seorang guru harus tahu biodata anak didiknya. Guru mengetahui kondisi
anak tidak hanya di sekolah namun biodata di rumah dan juga lingkungannya.
Perhatian guru pada tidak hanaya dalam bidang akademis namun juga kesehatan fisik dan psikhis. Denga harapan
terbentuklah generasi seutuhnya dengan kebahagian dimasa mendatang baik di
dunia maupun di akherat.
Kalau guru hanya memberikan perawatan di bidang akademis yang
berhubungan dengan nilai-nilai pelajaran, itu adalah dokter umum. Sedangkan
berkerja sampai ke ranah afektif dan juga psichoology maka disebut dokter
spesialist.
Dokter specialist akan merawat dan memberikan peluang kepada anak
didiknya untuk menjadi anak-anak yang profesional di bidangnya.
Biasanya dokter itu merawat pasien yang mempunyai problema saja. Namun
kalau guru itu dokter harus merawat yang sehat juga yang bermasalah. Pasiaen biasanya
juga malu untuk berkonsultasi. Sehingga peran guru disini harus proaktif untuk
membantu anak didik yangbermasalah maupun tidak.
Guru yang kurang bersahabat akan ditinggalkan anak didiknya. Mereka
lebih senang konsultasi dengan guru BK (Bimbingan Konseling) atau kepada wali kelasnya. Karena wali
kelas dianggap orang tuanya di sekolah.
Tugas guru BK adalah Mengatasi anak yang bemasalah dengan belajarnya. Prestasi belajar anak didik
harus memenuhi standar yang telah ditentukan. Prestasi disini merupakan pokok
permasalahan yang dihadapi anak. Anak
itu terbatas juga dalam kemampuan belajarnya. Tidak mungkin anak didik itu hebat disemua bidang pelajaran.
Kalau
boleh digolongkan ada tiga kelompok belajar, yaitu: kelompok
IPA, Bahasa, olah raga dan seni.
Problema belajar dapat datang dari banyak hal. Dapat dari
lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat. di sekolah dan di rumah yang
paling berperan dalam prestasi anak didik.
Karena orang tua membuat anak banyak problema, juga dari sekolah
banyak menjadikan masalah datang silih berganti.
Ketika ada anak yang telat dalam masuk kelas itu pun guru harus
berperan sebagai dokter untuk memberikan perhatian sehingga anak didiknya tidak
akan telat lagi. Begitu juga anak yang super atau melebih tandar kelas harus juga menjadi perhatian
guru untuk memberikan tambahan atau pengayaan ilmu yang dibutuhkan dokter di
sini berperan sebagai dokter inspiratif
Masih banyak guru yang belum tahu tugas pokok dan fungsinya. Saat
ini sudah harus bisa menangani hal-hal yang terkait dengan permasalahan anak
Didik Guru tidak harus pasrah kepada Guru bimbingan konseling. Guru yang tak
mau repot biasanya langsung diserahkan kepada BP mungkin juga wali kelas. Saat
ini sudah bukan zamannya lagi guru juga berperan sebagai bimbingan konseling
atau konselor Mengapa guru harus sebagai konselor karena saat ini sudah
mendapatkan tunjangan profesi guru sehingga semakin banyak tugas guru
Disinilah tugas guru sebagai Dokter, menyembuhkan anak didiknya untuk jadi
sehat jasmani dan rokhani.
Komentar
Posting Komentar