Langsung ke konten utama

GURU ITU HARUS SUNGGUH-SUNGGUH


Man Jadda WaJadaBarangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil, itulah kurang lebih maknanya. Dinegeri kita sudah lama kita mengenal unkapan “Dimana ada kemauan, pasti disitu ada Jalankurang lebihnya dalam bahasa inggris seperti ”-where there is a will there is a way”. Tinggal kita sebagai guru untuk menterjemahkan dan mengiplementasikan dalam pekerjaannya.
Banyak diantara kita yang melakukan sesuatu pekerjaan hanya seperti mengikuti “iline banyu” (mengikuti air mengalir). Pada hal air mengalir tidak hanya sampai kelaut juga ada yang ke comberan. Nah yang comberan itulah yang menjadi sumber masalah.
Kita sering mendengan kata atau ungkapan “Zona Nyaman”.  Pernyataan itu kurang lebih menganalogikan orang yang bekerja dari dulu sampai zaman Now masih pancet atau tetap mungkin uangkapan yang cocok adalah syair lagu “aku masih seperti yang dulu”  Pekerja seperti ini yang menjadikan kendala dalam sebuah perkumpulan atau perusahaan.
Mereka bekerja sudah merasa nyaman seperti ini. Menganggap masih laku dan “ngenee bayaran”. Ini masih berlaku untuk pegawai negeri saat ini. Namun suatu saat nanti bahkan sekarang sudah ditinggal oleh pegawai negeri atau sekarang ASN (Aparatur Sipil Negara) lainnya.
Guru dalam bekerja masih banyak yang menganut sistim zona nyaman. Sehingga sudah ditinggalkan oleh guru lainnya. Kalau seperti ini kondosinya sekolah itu akan kehabisan anak didik dan berdampak pada TPG (Tunjangan Profesi Guru). Banyak sekolah yang gencar dalam memburu peserta didik baru, namun setelah mendapatkan peserta didik diberi pelayanan yang seadanya. Seperti ungkapan “aku masih seperti yang dulu”.
Banyak yang dilakukan oleh pemerintah dalam memajukan gurunya. Namun semangat yang membara ketika masih dalam pendadaran pelatihan berlangsung. Namun setelah pulang kampong kebanyakan kembali ke habitatnya lagi yaitu zona nyaman.
Seandainya guru itu sungguh dalam mendidik peserta didiknya, maka akan menjadikan peserrta didiknya juga belajar sungguh-sungguh. Karena belajar sungguh-sungguh maka prestasinya juga sungguh-sungguh. Dengan prestasi yang sungguh-sungguh maka masa depannya juga akan sungguh tercapai.  Sebagaimana yang telah di firmankan oleh Allah dalam kitab suci Al-Quran bahwa “Alah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah nasib atau keadaan yang ada pada dirinya (QS Al-Rad 11). Jadi kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menhasilkan apa yang telah kita impikan. Tidak ada hal yang sulit ketika kita kerja keras,  kerja ikhlas dan kerja cerdas.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru itu Pelawak

        Pada zaman dulu seorang guru dengan bangganya tanpa membawa buku dapat menerangkan  engan tuntas selama 2 jam penuh. Itulah guru hebat saat itu. Guru berlomba-lomba dalam menstaranfer ilmunya dengan metode ceramah. Pokoknya guru menjadi pusat perhatian atau Teacher center. Waktu sepenuhnya untuk guru. Sedikit sekali anak didik terlibat dalam pemebelajaran. Maka rasa bosan akan muncul disepanjang pembelajaran.         Karena bosan maka guru harus dapat memberikan suasana riang gembira untuk mengusir rasa bosan atau bahkan rasa kantuk yang tidak terhingga. Apalagi jam-jam terakhir guru harus piawai dalam mengendalikan pembelajarannya. Dengan guru sebagai pelawak maka suasana akan kembali segar dan muah untuk melanjutkan pembelajarannya.      Perlunya rasa humor dalam pembelajaran sangat penting. Konsentrasi seseorang akan bisa bertahan paling lama 20 menit. "Kebanyakan guru tidak paham soal ini. Mereka bic...

GURU ITU ENTREPRENEUR

Guru harus dapat mempersiapkan anak didiknya   sukses di dunia. Sukses tidak hanya diukur dalam dunia materi. Namun dapat hidup dengan penuh makna. Hidup penuh makna itu seperti dalam hadits “ Qoirunnas anfauhumlinnas” . Sebaik baiknya manusia itu dapat menyenangkan orang lain. Jadi dimanapun mereka berada selalu menjadi bermakna bagi sekitarnya. Orang tua tidak harus disuguhi dengan nilai akademis yang tinggi, namun tunjukkan nilai kehidupan yang bermakna bagi orang lain. Saat ini sudah bukan eranya untuk mempersiapkan anak didik untuk menjadi pegawai. Mempersiapkan anak untuk berjiwa entrepreneur adalah tugas guru sekarang. Dunia sekarang sudah berubah. Walaupun guru bukan pelaku usaha atau jiwa entrepreneurship , namun menimal memberikan pilihan untuk mempersiapkan hidup ke depan seuai dengan bidang mata pelajarannya masing-masing. Dunia teknologi sudah menggrogoti jiwa anak sekarang. Dimanapun berada HP atau smartphone sudah mencandui generasi muda dimanapun be...

Guru Itu Perencana

Selama jadi guru penulis jarang sekali mepersiapkan perencanaan pembelajaran sebelum mengajar. begitu lamanya jadi guru sudah hapal materi dan metode yang akan diterapkan besuk paginya. Sehingga langsung masuk ke kelas melihat jurnal menyapa anak didik, Guru sudah hafal melakukan EEK.  malakukan arena ini guru