Guru itu penasihat. Semua masalah yang dihadapi anak didiknya pasti akan berusaha untuk dipecahkannya. Usahakan nasihat itu bisa diterima oleh semua anak didik kita sesuai dengan permasalahan yang ada.
Nasihat secara klasikal sering kita
lakukan pada awal pelajaran dan juga pada akhir pembelajaran. Pada awal
pembelajaran secara umum menasihati kejadian pra pembelajaran dan memberikan nasihat
untuk masuk ke materi pembelajaran sehingga anak didik kita tidak terasa kalau
pelajaran sudah mulai masuk pada materi yang diajarkan.
Semua nasihat sebaiknya diberikan kepada anak didiknya
sesuai denga kondisi masing-masing anak. Bagaimana adab memberikan nasihat
perlu memperhatikan beberapa hal seperti:
- Ikhlas
Keutamaan dalam memberikan nasihat adalah ikhlas. Niat
dari dalam yang hanya semata-mata untuk mengahrapkan ridho Allah SWT dapat
menjadikan anak didik terasa nyaman dan mudah diterima serta akan ikhlas
melaksanakannya.
- Menasihati sebaiknya dirahasiakan.
Dalam menasihati anak didik ada baiknya juga bisa
dirahasiakan dan juga bisa di buka secara umum. Untuk nasihat klasikal bisa
dilakukan di depan kelas juga bisa disampaikan saat upacara dan dimanapun
berada, bahkan tidak ada batasan waktu untuk saling menasihati. Karena kita
keluarga sehingga semua saling memberikan nasihat demi kabaikan kita bersama.
Untuk nasihat pribadi sebaiknya juga dilakukan secara pribadi.
- Menasihati dengan santun.
Memberikan nasihat secara santun dapat memberikan suasana
yang lembut dan semata-mata tidak menyuruh bahkan menggurui. Setiap orang
menyukai kelembutan. Anak terkadang juga tidak mau didikte atau dipaksa.
Guru sebagai penasihat akan memberikan kenyamanan kepada
anak didik kita. Mereka akan sering berkomunikasi dua arah untuk saling
memberikan informasi serta pemecah masalah ketika anak didiknya ada problematika
yang menimpa pada diri si anak.
Komentar
Posting Komentar