Guru itu sahabat.
Setiap hari menghadapi problematika yang beraneka ragam. Menjadi guru itu
menyenangkan dan mengasyikkan. Jikalau seorang guru memandang anak didiknya
bagaikan anaknya sendiri, maka akan muncul kedekatan yang sangat luar biasa.
Anak menjadi aman didekatnya dan berdiri berjajar tanpa batas.
Dalam keseharian
yang tanpa batas terkadang bisa juga menimbulkan problematika baru bagi guru.
Kedekatan guru dengan anak didiknya terkadang menjadikan anak kurang sopan kepada
guru. Kedekatan harus ditumbuhkembangkan, namun persahabatan itu jangan sampai
merusak sikap anak untuk tidak menghargai gurunya. Anak didik tetaplah seorang
anak dan harus hormati kepada siapa saja yang dianggap lebih tua. Pada
prinsipnya yang muda harus menghormati yang lebih tua.
Saat ini banyak
guru yang kurang bersahabat. Diantaranya:
1.
Guru hanya fokus pada penyampaian meteri yang
diampunya.
2.
Guru tidak punya keahlian dalam memberikan
motivasi. Sehingga materi yang diberikan belum bisa diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
3.
Sebagian besar guru kita tidak mempunyai
kemampuan dibidang agama sehingga pendekatannya hanya berdasarkankan
pengalamannya sendiri.
4.
Banyaknya lembaga swadaya masyarakat yang
selalu memberikan perlindungan terhadap anak didik di sekolah, membuat guru
pasrah tidak mau repot untuk membuat anak didik berubah.
Alangkah hebatnya
jika guru dapat memberikan wejangan atau nasihat untuk bekal hidup dikemudian
hari. Hubungan itu harus dijadikan momentum untuk menjalin komunikasi dengan
peserta didiknya. Kalau guru sudah menjadi sahabat anak didik, dengan
sendirinya anak didik akan mengikuti irama gurunya. Apapun yang diinginkan
gurunya, anak didik akan menurutinya selama ilmu yang diberikan bermanfaat untuk
dunia dan akhirat.
Komentar
Posting Komentar