oleh:
Edy Siswanto
SMPN 1 Karangrejo Magetan
Masih adakah guru yang takut dengan anak didiknya? Jawabannya ternyata masih ada. Guru yang tidak bisa mengendalikan kelas itu termasuk salah satu kriteria guru yang takut dengan anak didiknya. Ketika ada anak didik yang mendengar bel masuk sekolah dan anak tersebut masih berkeliaran di luar kelas, maka itu juga termasuk guru takut murid. Apalagi jika kelas ramai, tetapi bukan ramai karena belajar atau diskusi, maka itu juga tanda-tanda guru takut murid. Ketika ada murid melanggar peraturan dan guru tidak mau memberi teguran atau peringatan, berarti guru itu takut murid. Apalagi ada pengawas yang diam ketika ada anak didiknya nyontek, itu juga guru takut pada muridnya. Lazimnya anak-anak ketika melihat Jadwal Ujian, bukannya mata pelajaran apa yang dilihat, tetapi siapa guru yang mengawainya. ketika anak bilang yes.!!..yes !!..berarti tanda pengawas itu takut kepada muridnya. Nah bagaimana model guru kita di negeri ini?
Bapak ibu guru yang sangat mulia, mari kita mengintip acara televisi yang berjudul Suami Takut Istri. Apa ada juga yang namanya guru takut murid? Kalau melihat substansi acara tersebut, ternyata gurupu masih banyak yang takut dengan muridnya.
Kenyataan sehari-hari, guru kita enggan untuk bertindak. Mereka milih zona nyaman. Tidak berani mengambil resiko. Dunia mereka masih sebatas guru pemberi ilmu, bukan guru sebagai sumber kehidupan. Kemampuan yang terbatas mengakibatkan mereka hanya berani berkomunikasi di dalam kelas. Mereka tidak mau bermasalah. dan akhirnya lebih baik menjaga jarak dengan peserta didiknya.
Pada hal para guru yang demikian itu, hanya menutupi kekurangan untuk menjadi penerang dalam kegelapan. Sebenarnya guru yang hebat itu dimanapun mereka berada menjadi sumber dari segala sumber pembelajar kehidupan untuk peserta didiknya.
Anak akan merasa selalu mendapatkan makna kehidupan apabila bersanding dengan guru. Semua perjalanan hidupnya merupakan sumber pembelajaran. Learning is their journey. Belajar itu tanpa batas. Tidak ada sekat. Dimanapun dan kapanpun guru berada selalu memberikan cahaya terang untuk kehidupan.
Jadi kalau guru itu hanya terbatas memberi ilmu di dalam kelas, sebenarnya guru itu kekurangan ilmu. Guru yang kekurangan ilmu akan menjadi takut kepada peserta didiknya. Bagaimana murid dapat berhasil, kalau gurunya saja tidak percaya diri alias ketakutan. Itulah profil guru kita yang saat ini masih banyak yang takut pada peserta didiknya.
Komentar
Posting Komentar