Langsung ke konten utama

Postingan

10 Tingkatan Guru

 Edy Siswanto dari Magetan membagi tingkatan guru ke dalam 10 kategori, yang mencerminkan perkembangan profesional dan kompetensi mereka. Berikut adalah ke-10 tingkatan guru menurut Edy Siswanto: 1. Guru Pemula: Baru mulai mengajar dan masih dalam tahap belajar. 2. Guru Biasa: Mampu melaksanakan tugas mengajar dengan baik, tetapi belum menunjukkan keunggulan khusus. 3. Guru Berpengalaman: Memiliki pengalaman mengajar yang cukup dan mulai mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif. 4. Guru Inovatif: Menciptakan metode atau teknik baru dalam pembelajaran dan berusaha untuk meningkatkan kualitas pengajaran. 5. Guru Pembelajar: Aktif dalam meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan pendidikan lanjutan. 6. Guru Profesional: Memiliki kualifikasi dan sertifikasi yang diakui serta mampu mengelola kelas dengan baik. 7. Guru Peneliti: Terlibat dalam penelitian pendidikan dan menerapkan hasil penelitian dalam praktik mengajar. 8. Guru Mentor: Membimbing dan membantu perkembangan gu...
Postingan terbaru

GURU ITU DALANG

guru itu Dalang Guru tak ubahnya dalang. Dalang dalam dunia  pewayangan  diartikan sebagai seseorang yang mempunyai keahlian khusus memainkan wayang ( ndalang ). Keahlian ini biasanya diperoleh dari bakat turun - temurun dari  leluhurnya . Dalang harus ahli untuk melakonkan cerita wayang di depan penonton baik dilihat dari depan maupun belakang kelir/layar. Dalang harus serba bisa dalam melakonkan berbagai watak ratusan wayang yang berbeda karakter sehari-harinya. Dalam perkembangannya, seni pedalangan semakin canggih dalam bentuk penampilannya. Sudah mulai interaksi dua arah. Anatara dalang dengan penonton juga sinden dan pelawak saling memberikan hiburan untuk memuaskan penonton.   Demikian juga seorang guru dapat meniru dalang. Guru harus ahli untuk menyampaikan materi yang akan diajarkannya. Guru harus bervariasi dalam menyampaikan materi ajarnya. Guru juga selalu memberikan peluang untuk terjadinya komunikasi dan interaksi dengan anak didiknya. ...

GURU ITU SUMBER KECERDASAN SOSIAL

Banyak hikmah pendidikan yang dapat kita petik dari ibadah puasa di bulan ramadhon. Selain membangun kecerdasan emosional, spiritual dan sosial ada yang sangat luar biasa yaitu budaya Amal Jama’i. Pendidikan selama bulan Romadhon seharunya diteruskan setelah Romadhon. Termasuk salah satunya   adalah pembiasaan melakukan amal perbuatan atau ibadah muamalah yang dilakukan secara bersama-sama atau berjamaah. Selama bulan Ramadhan, hampir semua masjid baik di kampung, di Kota di komplek-komplek perumahan, di perkantoran, di kampus, bahkan juga di masjid maupun mushola, di pasar selalu diramaikan oleh kaum muslimin yang melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah. Demikian juga salat sunnah Tarawih, bahkan juga takjil dan Tadarus Al Quran pun dilakukan secara bersama-sama. Jika pembiasaan ini dilakukan secara terus-menerus sehingga menjadi budaya, kita yakin akan terjadi perubahan yang dahsyat ke arah yang lebih baik dan berkualitas. Sebab jika kita lihat dalam Alquran dan sej...

GURU ITU PENELITI

Sudah saatnya guru tidak hanya menyampaikan pembelajaran selesailah sudah. Begitu lamanya menjadi guru, begitu nyaman pula kegiatan yang mereka lakukan sudah dianggap terbaik. Namun jika kita melihat keluar sudah ketinggalan nun jauh di sana proses pembelajaran guru kita. Guru yang seharusnya melalukan penelitian terhadap hasil yang telah dilakukan jarang dan bahkan tidak ada yang melakukannya. Pemerintah sudah berusaha untuk memaksa para guru untuk melakukan penelitihan dengan mengeluarkan permenpan. Peraturan itu yang berkaitan dengan melakukan publikasi ilmiah dan penelitihan tindakan kelas. Dikhawatirkan dengan pelaksanaan Permenpan-RB Nomor 16 Tahun 2009, mulai golongan III-b, akan kesulitan kenaikan pangkat. Karena seorang guru sudah diwajibkan untuk membuat publikasi ilmiah dan atau karya inovatif, diantaranya adalah PTK. Namun karena sudah lama tidak mau berubah akhirnya permen itupun menguntungkan pihak lain yaitu penjait penelitian atau penulisan. Masih teruskah ki...

Guru Itu Perencana

Selama jadi guru penulis jarang sekali mepersiapkan perencanaan pembelajaran sebelum mengajar. begitu lamanya jadi guru sudah hapal materi dan metode yang akan diterapkan besuk paginya. Sehingga langsung masuk ke kelas melihat jurnal menyapa anak didik, Guru sudah hafal melakukan EEK.  malakukan arena ini guru

Guru itu Penyimpul

       Setiap hari guru memberikan materi pelajaran kepada anak didiknya. Dalam menyampaikan tentu ada proses yang harus di lakukan oleh bapak ibu guru. Mulai dari Plan Do Si yaitu mulai merencanakan, menyampaikan dan evaluasi serta refleksi. Nah di dalam merefleksi ini guru membuat kesimpulan bersama anak didik. Jadi semua materi yang telah ditransfer oleh guru bisa dipahami oleh anak didik sehingga jika dinilai anak akan mendapatkan nilai minimal harus memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)        Selain  merefleksi sejauh mana daya tangkap anak didik, juga dapat untuk merefleksi diri sendiri. Apa yang kurang dan yang harus diperbaiki untuk pembelajaran berikutnya. Jadi guru juga harus menyimpulkan sendiri terhadap proses belajar mengajar yang baru diselesaikan. Apakah memuaskan atau kurang menarik. Kalau kurang menarik apakah perlu perbaikan penggunaan metode, atau medianya atau juga kurang lucu. Karena guru itu juga Pelawak juga ...

Guru itu Pelawak

        Pada zaman dulu seorang guru dengan bangganya tanpa membawa buku dapat menerangkan  engan tuntas selama 2 jam penuh. Itulah guru hebat saat itu. Guru berlomba-lomba dalam menstaranfer ilmunya dengan metode ceramah. Pokoknya guru menjadi pusat perhatian atau Teacher center. Waktu sepenuhnya untuk guru. Sedikit sekali anak didik terlibat dalam pemebelajaran. Maka rasa bosan akan muncul disepanjang pembelajaran.         Karena bosan maka guru harus dapat memberikan suasana riang gembira untuk mengusir rasa bosan atau bahkan rasa kantuk yang tidak terhingga. Apalagi jam-jam terakhir guru harus piawai dalam mengendalikan pembelajarannya. Dengan guru sebagai pelawak maka suasana akan kembali segar dan muah untuk melanjutkan pembelajarannya.      Perlunya rasa humor dalam pembelajaran sangat penting. Konsentrasi seseorang akan bisa bertahan paling lama 20 menit. "Kebanyakan guru tidak paham soal ini. Mereka bic...